Detail Cantuman Kembali
REVIEW ARTIKEL AKTIVITAS ANTIBAKTERI RAJUNGAN Portunus sp. TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
Resistensi antibiotik terjadi karena bakteri mengalami kekebalan merespon antibiotik. Resistensi terhadap antibiotik berkembang lebih cepat karena penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Resistensi antibiotik terhadap bakteri Staphylococcus aureus telah menjadi masalah kesehatan yang semakin meningkat di berbagai dunia. Upaya yang dapat dilakukan yaitu pencegahan dan pengobatan alternatif dari sumber daya alam kelautan seperti rajungan. Penelitian ini menggunakan metode review artikel dimana dilakukan pencarian pustaka berdasarkan artikel maupun jurnal penelitian yang sudah terdaftar dalam indeks nasional maupun internasional dan disajikan dalam bentuk ulasan. Berdasarkan hasil review artikel yang telah dilakukan pada rajungan Portunus sp. didapatkan pada bagian hemolymph, cangkang, daging, telur dan semua bagian rajungan Portunus sp. memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan kemampuan daya hambat yang berbeda-beda. Hemolymph rajungan (Portunus pelagicus) dengan konsentrasi 150 µl pada uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus didapatkan zona hambat sebesar >7 mm, pada ekstrak cangkang rajungan (Portunus pelagicus) dengan konsentrasi 1.25 µl didapatkan zona hambat sebesar 13 mm. Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh konsentrasi, bagian sampel yang digunakan serta proses pengambilan sampel dari rajungan Portunus sp. yang diperoleh.
FIRDAUS, ALFIYAH NURDIANA - Personal Name
6B.S-Far Fir r 97-20
6B.S-Far Fir r 97-20
Text
Indonesia
Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya
2020
Surabaya
xiii, 57p.; ill.; tab.; 21cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







